Quote of The Day ...

QUOTE OF THE DAY:
Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak, and brave enough to face himself when he is afraid, one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.~ Douglas MacArthur

Kamis, 14 Oktober 2010

Pelajaran Kepemimpinan Hari Ini: Sukacita Sambut Pekerja Cile

Sukacita Sambut Pekerja Cile
Kamis, 14 Oktober 2010 | 04:38 WIB 
 
(disalin dari KOMPAS: http://cetak.kompas.com/read/2010/10/14/0438090/sukacita.sambut.pekerja.cile)

San jose, Rabu - Ratusan orang bersorak-sorai, menangis haru, di area pertambangan Acatama, Cile, ketika satu per satu dari 33 petambang ditarik ke permukaan mulai Selasa (12/10) pukul 22.55 hingga Rabu. Selama 69 hari, mereka terjebak hampir 700 meter di bawah permukaan tanah. Cile bangga atas operasi penyelamatan yang heroik ini.

Florencio Avalos adalah orang pertama yang ditarik dari kedalaman 622 meter di bawah tanah hari Selasa pukul 22.55. Tepuk tangan membahana, aksi saling berangkulan, suasana tawa, dan deraian air mata sukacita mewarnai kemunculan pria berusia 31 tahun ini.

Pemirsa asal Sri Lanka, lewat tayangan CNN, juga turut terharu menyaksikan penyelamatan itu.

Avalos yang memakai kacamata hitam tersenyum lebar begitu muncul. Ia langsung merangkul istri dan Bairron, putranya yang berusia 7 tahun, yang menangis senang karena bisa bertemu lagi dengan sang ayah. Presiden Cile Sebastian Pinera bersama istrinya sengaja datang menyaksikan proses evakuasi. Presiden pun merangkulnya dengan rasa bangga.

Pinera, yang pekan lalu sengaja menunda kunjungan kenegaraan ke Eropa untuk menunggu penyelamatan itu, langsung berpidato. Ia mengucapkan syukur kepada Tuhan. Ia memuji daya tahan para petambang dan berharap rakyat Cile memiliki semangat dan daya juang seperti petambang.
”Mereka akan tetap di hati rakyat. Banyak orang kehilangan harapan dan banyak juga yang gigih mengejar harapan mereka. Petambang ini menjadi sumber inspirasi. Kisah mereka ini menyatukan negara,” kata Presiden Sebastian, yang memutuskan untuk menyelamatkan para petambang dengan biaya berapa pun.

Pinera menjadi presiden pada Januari lalu. Pendekatannya dalam menangani bencana alam, termasuk gempa bumi hebat dan kecelakaan tambang bawah tanah, membuat ia dipuji rakyatnya. Ia tidak melihat bencana dari kecil atau besarnya jumlah korban, tetapi dari sisi kemanusiaan. Sikap peduli dan cara Presiden menangani bencana turut memberikan semangat dan daya juang kepada korban.

Keluarga korban, sebagaimana ditayangkan di sejumlah televisi internasional, memuji Presiden Cile setinggi langit. Para pemirsa dunia pun turut terenyuh. Situs-situs dunia dibanjiri pujian kepada Tuhan, dan rasa haru, seolah-olah yang selamat itu adalah saudara mereka sendiri.

Ekonom Tony Prasetiantono dan pengamat Indonesia seperti Dradjad Wibowo serta Bara Hasibuan, yang menyaksikan penyelamatan itu di CNN, turut terharu. ”Kisah Cile dan peran Presiden Cile amat menggugah dan layak jadi panutan bagi pemimpin negara lain,” kata ketiga orang ini.

Sikap serupa ditunjukkan Presiden Bolivia Evo Morales. Ia mengatakan akan datang ke Cile pada hari Rabu waktu setempat meski hanya satu petambang Bolivia yang terjebak, yakni Carlos Mamani (23), sudah ditarik ke permukaan. Ia berjanji memberikan Mamani lahan pertanian sebagai solidaritas kepada pekerja. Morales semula adalah petani.

Hingga Rabu pukul 11.00, sudah 16 petambang ditarik. Ada total 33 petambang yang terjebak. Namun, salah satu dari mereka, Jimmy Sanchez (33), mengatakan jumlah yang terjebak ada 34 orang. ”Karena Tuhan tidak meninggalkan kami,” katanya.

Ke-33 petambang terjebak setelah terowongan penghubung runtuh pada 5 Agustus lalu. Pemerintah Cile kemudian melakukan pengeboran di tiga tempat yang disebut rencana A, B, dan C. Rencana B berhasil pada Sabtu, 9 Oktober, yakni menembus rongga di kedalaman 622 meter di bawah tanah. Di titik itu terdapat sebuah ruang yang bisa dicapai oleh para petambang. Kesuksesan itu menggembirakan pemerintah, regu penolong, para petambang dan keluarganya.

Operasi penyelamatan dimulai oleh petugas dengan melakukan pengeboran selama lebih dari 1,5 bulan hingga akhirnya terbentuk terowongan selebar 71 sentimeter pada rencana B.
Upaya ini dibantu oleh para ahli dari Jepang, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Sebelum evakuasi, atap terowongan diperkuat dengan cangkang metal untuk mencegah permukaan bebatuan longsor saat evakuasi.

Para pakar mengatakan, terowongan penyelamat itu sebagian besar dibuat menembus bebatuan yang keras dan tidak akan longsor. Evakuasi atas 33 petambang itu menegangkan dan mendebarkan. Persiapan evakuasi dimulai hari Selasa pukul 18.07. Satu tim paramedis dan penyelamat turun untuk menilai situasi para petambang.

Tim medis membagi para petambang menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah petambang yang secara fisik paling kuat untuk mengantisipasi jika mereka terjebak di tengah terowongan saat pertolongan pertama dilakukan. Mereka yang memiliki masalah kesehatan, seperti darah tinggi, penyakit paru-paru, dan gangguan pernapasan, ditarik pada gelombang kedua. Petambang yang terakhir ditarik adalah yang memiliki kondisi fisik terkuat.

Saat menunggu proses evakuasi pertama, para pejabat termasuk Presiden Pinera dan warga lain menyanyikan lagu kebangsaan Cile. Presiden menjadi roh dalam proses penyelamatan para petambang.

Kemudian setiap petambang diangkut satu per satu ke sebuah roket kapsul khusus dengan mengenakan masker oksigen untuk ditarik ke permukaan melewati sebuah terowongan kecil yang dibangun oleh Angkatan Laut Cile. Kapsul itu memadai untuk ukuran tubuh manusia, memiliki tinggi 1,9 meter, dan mampu menahan berat 420 kg.

Kapsul ditarik dengan satu tuas raksasa ke permukaan. Butuh waktu 15-20 menit untuk meluncur ke kedalaman 622 meter di bawah tanah. Ditambah dengan persiapan sebelum dan sesudah penarikan, setiap orang menelan waktu 25-30 menit. Kapsul akan berputar 360 derajat selama 10 sampai 12 kali.
Di permukaan sudah menunggu 800 anggota keluarga dan kerabat para petambang. Juga ada sekitar 2.000 wartawan, termasuk 1.700 wartawan asing, untuk meliput proses evakuasi. BBC menghabiskan Rp 600 jutaan dana untuk peliputan.

Evakuasi butuh waktu dua hari. Helikopter militer siaga mengangkut petambang ke rumah sakit terdekat di kota Copiapo. Di sini mereka diobservasi secara fisik dan psikis selama dua hari.

(AP/AFP/BBC/CNN/REUTERS/CAL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar